Duhai pria yang lembut dihati

Ini bukan kali pertama, bukan pula hal yang baru.
Masalah itu selalu terulang, hilang logikaku, mati akal ku.
Tangisku pecah, linangan air mata tak mampu ku bendung.
Aku ini siapa? Tidak kah kau paham rasa ini begitu gila untukmu, hati ini begitu tulus untukmu. Hargailah.
Aku rapuh, lihatlah mata ini begitu dalam mengharapmu.

Aku tahu, kadar maaf bagimu masih selalu ada. Ku maafkan semuanya, ku nikmati segalanya.
Kau merasakan bukan? Sabarku, masih dan selalu ada untukmu

Hai, pria yang selalu ku angkat tanganku. Ku ucapkan lembut namamu.  Ku sebut dalam doa dan ku namai engkau masa depanku.
Jangan pernah kau kubur mati harapanku. Kamu tau sayang, meski aku tampak kuat di hadapanmu tapi jauh dalam hatiku begitu rapuh.

Kamu tau, setiap malam ku syairkan kata untukmu. Lagi dan lagi air mata tak mampu menyembunyikannya.

Bukan, bukan aku gadis sendu dengan segala air mata yang tak terbendung. Aku hanya tak mampu mengatakan, aku terlalu takut menyakitimu. Karena setiap kata yang keluar, aku tak mampu menarik dan setiap langkah jika kau pergi maka aku tak mampu menahannya. Itulah aku, menggilaimu, menjaga hatimu bahkan perasaanmu. Begitu kau ku puja, begitu kau ku junjung, begitu kau berharga bagiku.

Pernah kah kamu berpikir sejauh aku? Pernah kah kamu mencariku seperti aku tanpa kabarmu?

Jika kamu tak mampu menjadi aku, cobalah belajar mengerti perasaan aku sedikit saja. Ku mohon.
Ku mohon, duhai pria yang begitu lembut dihati ini.

Iklan

Penulis: ceritakecilblog

perempuan sederhana dengan mimpi setinggi angkasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s