Semestinya

Dalam sebuah hubungan, kita adalah dua insan yang memiliki banyak perbedaan. Karena perbedaan itu, yang terkadang muncul selisih paham. Lantas haruskan semua menjadi alasan berpisah?

Mereka bilang semua ada masanya mencintai hingga kamu ada dipuncak mencintai paling maksimal kemudia kamu akan turun pada posisi yang hampir menuju minimal. Tapi tidak denganku, meski bertubitubi dihadiai ujian untuk mengukur keyakinanku aku tidaklah menyerah tiada pernag aku dititik terendah mencintaimu.

Ku anggap ujian adalah kenaikan kelas mencintaimu, meski tidaklah tinggi tetapi setidaknya cintaku selalu lebih satu tinggat dari sebelumnya.

Tidaklah kamu perlu takuti, karena mencintaimu bagian dari caraku menikmati hidup sebab ada syukur di dalamnya yang membuatku selalu mengingat Rabbku.

Iklan

Penulis: ceritakecilblog

perempuan sederhana dengan mimpi setinggi angkasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s